Teringat selamam pada sesuatu yang mengikat ku sangat erat
Mengukung geram dan memaksa ku untuk bertindak
Saat aku melihat dia memanggilku
Dengan sebentuk senyum mungil nan indah
Tak mungkin aku mengubah nya pada kemuraman
Sejujurnya aku ingin sekali menyingkap tabir itu
Aku ingin memperlihatkan apa yang ada di balik tirai tersebut
Tapi aku belum mempercayai itu semua
Tuhan... tegakah engkau mengubah senyum kecil itu menjadi keterpurukan?
Hingga ia serasa tak mampu lagi untuk berdiri
Walau dengan segala cara aku membantu nya untuk kembali tegak
Apa pun asal kan ia tidak terjatuh....
Jangan temapatkan ia pada posisi yang sama...
Hati nya terlalu baik untuk kau singgahi cobaan Mu
Tetapi jika itu lumrah nya suatu proses untuk mendapat yang terbaik
Aku ikhlas....
by AWANDA TYAS MAHARDIKA
Kamis, 17 Juni 2010
Menangis kerap kali dijadikan jalan terbaik untuk keluar dari suatu tipu jerat masalah yang kita hadapi.Bernahkah menangis itu jalan terbaik? Tentu saja banyak orang memiliki presepsi yang berbeda-beda.Setiap penadapat yang terlontar pasti mempunyai landasan yang kuat untuk mendukung .
Tetapi secara lumrahnya menangis itu sesungguhnya bukan menyelesaikan masalah tapi setidaknya mengurangi beban pikiran yang merundung hati dan pikiran.Dengan tangisan kita bisa sedikit merasa terlepas dari beban berat di pundak yang terus mengelayut seakan tak pernah melepas cengkramannya.Sering orang menidentikan tangisan dengan keterpurukan,kelemahan dan keraguan.Jika memang benar adanya seperti itubagaimana dengan tangis haru,bangga, dan kebahagiaan .
Menangis itu kesadaran bagi orang yang terluka tetapi spontanitas bagi orang yang bersuka. Karena bila kita terluka dan terpuruk air mata itu jatuh sesuai apa yang kita inginkan seperti disengaja saja tetapi bagi orang yang bersuka cita tangisan adalah hal yang tak terduga datangnya , secara mengejutkan ia jatuh meneyelimuti diri dalam keharuan.Jadi kesedihan itu bagai tangisan yang sebenarnya bisa kita kendalikan agar tidak menjadi sesuatu yang buruk , sedangkan kebahagian adalah sebuah kejutan yang tidak dapat kita perkirakan.
Sesungguhnya menangis itu bukan mengajarkan kita lemah tetapi memberi motivasi untuk menilai ulang diri kita sendiri dan bukan membuat kita terlihat rendah tetapi membuat kita terlihat peduli. Tetapi semua akan terlihat berbeda antara satu dengan yang lainya karena sebagian besar di dunia ini adalah keretaivan yang tidak bisa disamakan .
Sahabat adalah seseorang yang selalu ada disamping kita ketika suka, duka, kecewa, senang bahkan disaat kita dalam keterpurukan dia selalu menyemangati kita …
Didalam persahabatan ada kesenangan, kesedihan, kekecewaan, keraguan dan kekeluargaan …
Sahabat itu abadi dan cintanya akan selalu ada di hati kita …
Mereka tempat berbagi keluh kesah ,,
Cerita …
Tempat untuk bertukar pikiran ,,,
Curhat ,,,
Mungkin seperti keluarga kedua untuk kita …
Kita bisa menceritakan semua yang kita alami atau kita rasakan kepada sahabat …
Banyak teman-teman yang aku kenal namun nggak semua bisa aku
Jadikan sahabat …
Karena sahabat adalah yang memahami dan mengerti
Yang memberi kita contoh yang baik ,
Mengajak kita kepada kebaikan ,,
Yang memngingatkan kita ketika kita salah …
Bukan memanfaatkan atau menjatuhkan kita …
Aku banyak belajar dari sahabat-sahabatku …
Tentang kehidupan …
Tentang diri mereka …
Dia bagaikan pelangi karena menghiasi hari- hari kita …
Embun yang menyejukkan kita …
Matahari yang menyinari Kita …
Pena yang menggoreskan tinta-tinta pada setiap lembaran putihnya …
Jika sekarang kita mempunyai atau menemukan sahabat,,
Janganlah sia-sia kan mereka, karena mungkin kita tidak akan menemukan orang-orang seperti mereka .