Sabtu, 18 September 2010

UNTUK PARA GADIS


Untuk Para Gadis


Putriku tercinta…

Aku adalah seseorang yang berusia hampir lima puluh tahun, hilang sudah masa remaja,impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negri dan berjumpa dengan banyak orang, aku juga telah banyak mengenyam pahit getirnya dunia..oleh karna itu dengarlah nasehat2 ku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain..

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan-perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul dan mulut letih, tapi kami tidak mengahsilkan apa-apa, kemungkaran tak dapat di berantas bahkan semakin bertambah..

Kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis bahkan paha dan leher serta perut, punggung dan dadanya, kami belum menemukan cara untuk memperbaikinya, kami belum tau jalannya, karna sesungguhnya jalan kebaikan itu ada didepanmu..

Putriku..

Kuncinya berada di tangan mu. Benar bahwa lelaki lah yang memulai langkah pertama dalam lorong-lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andai kata bukan karna lemah gemulaimu, maka para lelaki itu tidak akan bertambah parah..

Engkau lah yang telah membuka pintu, dank au katakana kepada si pencuri itu: “silahkan masuk”, setelah ia mencuri sesuatu engkaupun berteriak: “maling..maling..tolong, saya kemalingan..”. demi Allah! Dalam khayalan seorang pemuda, ia tak melihat seorang gadis melainkan ia telah menelanjangi tubuh nya..

Demi Allah..!!
Begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki bahwa ia tidak akan melihat seorang gadis itu kecuali akhlak dan budi bahasanya, ia akan berbicara padamu sebagai seorang sahabat, Demi Allah.. ia telah berdusta..

Wahai Putriku..

Coba engkau pikirkan, kalian berdua berada sesaat dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau akan selamanya merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu, sementara pemuda itu, ia akan mencari mangsa lain untuk di terkam kehormatannya…

Kini engkau sendiri, engkaulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu, jiwa mu menangis, keningmu tercoreng, seumur hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan aib, masyarakat tidak akan mengampuni mu selamanya..

Wahai putriku..

Jika engkau bertemu dengan pemuda, palingkan mukamu dan hindari dia, apabila pemuda itu berbuat lancing lewat perkataan atau tangan usil, lepaskan sepatumu dan lemparkan ke kepalanya. Jika semua ini engkau lakukan,maka semua orang di jalan akan membelamu, setelah itu pemuda-pemuda nakal itu takkan berani mengganggu gadis-gadis lagi..
Apabila pemuda itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamarmu..

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Seorang Wanita bagaimanapun status sosial, kekayaan, popularitas dan prestasinya, sesuatu yang sangat di damba-dambakannya adalah menjadi istri yang baik dan ibu rumah tangga yang terhormat…

Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia laki-laki hidung belang, apabila ia menikah, ia tidak akan memilih wanita jalang (nakal) untuk dijadikan istrinya, ia akan memilih wanita yang baik karna ia tidak akan rela jika ibu rumah tangga dan ibu dari anak-anak nya adalah seorang wanita jalang….

Putriku..
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi akibat kalian kaum wanita, krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan-perbuata wanita asusila, sehingga para pemuda tidak lagi membutuhkan istri, akibatnya banyak wanita berusia cukup untuk menikah tidak mendapatkan suami…
Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha untuk memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu dari kaum pada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu, karna kalian lebih mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karna yang menjadi korban dari semua ini adalah engaku wahai putriku, para wanita yang mulia yang beragama…


Sumber : http://www.nowilkirin.blogspot.com/

SEBUAH TANYA


Aku dihadapkan pada suatu pertanyaan …
Situasi yang mungkin begitu menusuk bagiku …

Mungkin untuk yang sekian kalinya ,,,
Kau tanyakan hal yang tak mungkin bisa ku jawab …
Tentang Rasa …

Mengapa harus kau tanyakan lagi ,,,
Tak cukupkan perih yang ku rasa selama ini ,,,

Mungkin kau ingin dapatkan kepastian …
Yang akan membuatmu melakukan hal yang selanjutnya akan kau lakukan …


Aku tak sanggup menjawab tanyamu ,,,
Karena Aku tak mengerti …
Yakinku belum benar-benar …
Hatiku masih terlalu lemah menerima semua itu …

Maaf jika Aku alihkan semua tanyamu
Dengan jawaban yang mungkin tidak kau harapkan

Tapi inilah aku …
Aku yang tak berdaya ketika kau nyatakan rasamu …
Rasa yang entah apa bisa ku balas …?


Semoga Harapan itu berbuah baik …
Tidak hanya untukkmu dan untukku …

Maaf jika aku membuat harapan itu terputus
Menghapus harapanmu …


Sungguh tak ada niat melakukannya ..
Hati ini belum siap menerima semua rasa ..

Semoga Hatiku akan tetap terjaga sampai kapanpun
Sampai akhirnya Hati ini menemukan Sejatinya … ^_^


Perasaan memang takkan pernah bisa berbohong …
Sekuat apapun kita memendamnya …
Tapi bukankah lebih indah jika kita memendam rasa
Dan mengungkapkannya sampai waktu nya Tiba
Karena semua akan begitu Indah pada waktunya
…

Kamis, 09 September 2010

Indahnya Malam Takbiran

Malam Yang begitu menyejukkan ,,,
Yang Mendamaikan hati dan jiwa setiap insan ,,,
Kebesaran Mu ya Tuhan Berkumandangan ,,,
Memuji Engkau Sang Pencipta ,,,

Sungguh hati ini begitu rapuh ...
Rasanya tak ingin meninggalkan Bulan yang Engkau Rahmati ...
Bulan yang penuh berkah dan Ampunan MU ya Rabb ...

Bulan Setiap Insan berlomba-lomba dalam kebaikan ...
Mengharap Ridho-Mu ...

Jika Tiba Hari yang Nan Fitri ...
Subhanallah ...
Begitu IndahNya Karunia Tuhan yang Kita bisa nikmati ...
Saling memaafkan ...

Begitu indahnya Kebersamaan ...
Semua orang tersenyum
Dan Suka cita menyambut Hari yang Fitri ...

Semoga Engkau senantiasa mempertemukan Kami
dengan Ramadhan selanjutnya ,,, aamiin ^_^

^ Selamat Hari Raya idul Fitri ^
" Minal Aidin Wal Faizin "

Selasa, 07 September 2010

^ Kebahagiaan ^

Kebahagiaan ...

Apa semua orang merasakan kebahagiaan ... ?
Kebahagiaan yang sebenarnya ..?

Mungkin tidak semuanya orang merasakannya,,,
Namun setiap orang berhak dan pantas mendapat kebahagiaan ...

Menemukan suatu kebahagian memang nggak mudah ..
seperti yang kita bayangkan ...

Sekitar kita,ada mereka yang kita lihat bahagia,namun ..
Sebenarnya jauh dilubuk hati mereka menangis ..
menyimpan kesedihan yang mendalam ...

Ada sebagian orang yang bisa tersenyum dalam tangis ,,,
Atau mungkin ....
Menangis dalam senyuman ...

Tidak mudah melakukan hal itu ,,,
Tidak menunjukkan luka ataupun perih yang mereka rasakan ...
Mereka masih bisa menyimpan dan menutup kesedihannya ...
Demi membahagiakan orang-orang disekitarnya ...
Tanpa membuat mereka ikut bersedih ,,,
Merasakan sakit yang kita rasakan ...

Namun,,,setajam nya duri yang disembunyikan
Bila menusuk itu sangatlah sakit ...



Ada untuk mereka yang tak menyerah pada kehidupannya...

Untuk mereka yang berjuang dalam hidupnya ...

Kebahagiaan itu sesuatu yang berharga, dimana kita bisa tersenyum ...

Disaat kita bersama orang-orang yang kita cintai ,,,

Yang Berpengaruh besar dalam hidup kita ,,,

Haruskah kebahagiaan itu kita cari ???

Ataukah dia akan datang dengan sendirinya ???

Jika kita ingin mendapat kebahagiaan,maka temukanlah kebahagiaan itu ,,,

Kita tidak mungkin menemukannya tanpa mencari kebahagiaan itu sendiri ...

Percayalah ...

“ Tuhan telah mempersiapkan rencana terindahNya ,,, “

Jauh lebih indah dari rencana kita ...

Kebahagiaan pantas dinikmati siapapun ,,,

Tanpa mengenal siapa, apa, dan bagaimana kita ... ?

Bukankah hidup kita akhirnya bahagia .... ^_^

Menangis bukan berarti kita tidak bahagia,,,

Menangis adalah awal dari kebahagiaan yang abadi ...

* Kebahagiaan memang nggak datang dengan sendirinya .. *

^ Raihlah Kebahagiaan kita ....

Gapailah karena kita memang layak mendapatkannya .... ^

Hanya waktunya yang belum tepat ...

Tapi yakinlah semua akan indah pada waktunya ...

Seindah pelangi yang dihiasi warna-warni ,,,

Secerah sinar mentari ...

Seterang bintang yang cahaya tak pernah redup untuk malam ...

Kebahagiaan selalu ada untuk kita semua ....

Senin, 16 Agustus 2010

Entahlah …

Aku belum mengerti apa yang terjadi saat ini denganku …

Aku bingung ,,

Kecewa …

Marah …

Sedih …

Semua seolah bergejolak dalam diriku ….

Pernah terpikir suatu kalimat yang saat ini membayangi Pikiranku …

“Sebelum kita menemukan atau bertemu dengan orang yang tepat kita akan bertemu dengan orang-orang yang salah ..”

Aku bingung terkadang kenapa Tuhan mengenalkan mempertemukan aku dengan mereka semua …

Saat ini aku merasa menemukan orang yang Aku lihat Dia berbeda dari mereka yang ku kenal sebelumnya …

Aku melihat ada yang berbeda darinya …

Seperti ada sinar yang tak dimiliki bintang yang lain …

Sinar itu menyilaukan bagiku …

Sinar itu memberiku banyak energy yang mungkin tak ku dapatkan dari sinar-sinar yang lain …

Tak sanggup dan kuasa Diriku untuk menjauhi sinar itu …

Salahkah diriku bila sinar itu menyinariku ...

Tapi mengapa harus sinar itu juga yang seolah-olah menghapus harapanku …

Mungkin Sinar itu bukan yang sebenarnya untuk menyilaukan aku …

Ketidak sengajaan sinar itu yang menghampiriku …

Andai bisa aku biaskan,,tapi sinar itu terlalu kuat untukku …

Mungkin Tuhan punya rencana lain yang lebih baik untukku …

Cara yang tak pernah ku duga …

Namun itulah CaraNya cara Cinta Allah kepada hambaNya …

Namun dari setiap jiwa yang ku kenal aku mencoba mengambil sisi positifnya …

Untuk pertama kalinya air mata ini harus menetes Demi “sinar” itu …

Merasa bodohnya diriku ini …

Terkadang maksud baik belum tentu caranya tepat dan mungkin hasilnya juga belum tentu baik seperti harapan …

Aku hanya mengambil pelajaran dari sinar itu,,.

Memetik secercah warna yang bisa aku biaskan …

“Ya Tuhan,awalnya sinar itu menyinariku dengan hangat namun mengapa seolah-olah sinar itu membakarku ...Jika memang sinar itu baik untukku biarlah tetap menyinarku…,Namun bila sinar itu tidak baik untukku biarkanlah sinar itu redup ...”